1. HOME
  2. »
  3. BERITA

Poles Tanjung Lesung, Kemenpar gelar Bimtek analisa destinasi

17 Juni 2017 09:34

Merdeka.com, PESONA INDONESIA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Banten menggelar acara Bimbingan Teknis Analisa Destinasi yang dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2017 di Serang Banten.

Acara yang diinisiasi Asisten Deputi Infrastruktur dan Ekositem Kemenpar serta Tim Pokja Percepatan Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar itu digelar memperkuat Tanjung Lesung sebagai satu dari Destinasi prioritas yang sering disebut Menpar Arief Yahya sebagai 10 Bali Baru itu. Ujungnya adalah untuk mendukung target kunjungan 20 juta wisman tahun 2019.

"Kita bangun brand awareness dan kesadaran masyarakat terkait dengan potensi Tanjung Lesung dengan cara mengenalkan kepada publik. Komponen pendukung pariwista seperti infrastruktur, aksesibilitas, konektivitas manajemen pariwisata juga sangat penting dilakukan secara terintegrasi," kata Tim Litbang Kemenpar RI Priya FM saat menjadi nasarumber pada kegiatan tersebut.

Seperti diketahui, Pemerintah telah menetapkan Kawasan Strategis Nasional diantaranya KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Kawasan tersebut juga masuk ke dalam 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo dan Kemenpar.

Kata Priya, acara ini juga bagian dari persiapan dari sisi pengembangan destinasi,  industri pemasaran dan kesiapan SDM untuk kawasan Tanjung Lesung yang terus dimatangkan oleh Kemenpar bersama - sama Pemprov Banten dan Pemda Pandeglang.

"Tim Litbang Kemenpar RI Priya FM menerangkan, destinasi pariwisata di Indonesia yang potensial memiliki banyak peluang untuk bisa dijadikan sebagai kawasan wisata unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Tanjung Lesung di Pandeglang Banten dengan  potensi bahari serta alamnya bisa dikembangkan secara maksimal salah satunya melalui SDM yang professional," bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Provinsi Banten Eneng Nurcahyati didampingi PIC Percepatan Destinasi Prioritas Tanjung Lesung Ida Irawati mengatakan, meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata, menjadikan sektor pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur.

Dijelaskan pula bahwa mengembangkan destinasi serta industri pariwisata yang  berdaya saing dan berkelanjutan serta mampu mendorong pembangunan daerah harus dibarengi dengan kemampuan melihat karakteristik pasar wisatawan dengan meninjau pergerakan kunjungan ke tempat wisata.

"Untuk bisa mengoptimalkan nilai ekonomi dan dampak destinasi wisata bagi masyarakat, pelaku usaha dan daerah harus dibangun koordinasi yang baik seperti membangun kepastian bisnis dan manajemen pariwisata yang tepat," kata Eneng.

Wanita berhijab itu menambahkan, hasil dari Bimbingan Teknis Analisa Destinasi Tanjung Lesung harus dapat dijadikan acuan aksi bagi peserta untuk berbagi peran dalam pengembangan destinasi wisata dari potensi yang dimiliki oleh KSPN Tanjung Lesung sehingga bisa dikelola dengan optimal dan  dikenalkan kepada masyarakat dengan karakteristiknya.

"Selain itu, pelaku pariwisata di Banten juga harus memiliki semangat dalam menggerakan destinasi wisata yang ada di KSPN Tanjung Lesung sehingga kawasannya bisa terkoneksi dan dikenal secara menyeluruh," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Eneng menghimbau kepada pelaku pariwisata untuk bisa mengetahui bagaimana cara mengelola destinasi yang baik dan menarik serta bisa aktif dan responsif dalam mendukung pertumbuhan destinasi wisata khususnya Tanjung Lesung dengan mengemas kegiatan pariwisata yang kreatif.

Kehadiran Generasi Pesona Indonesia (Genpi)  Banten pun bisa mendukung dalam mempromosikan kawasan Tanjung Lesung melalui digitalisasi sosial media.

"Bisa saling berbagi foto dan caption destinasi kepada sahabat Genpi untuk bisa diviralkan di media sosial sehingga informasi terkait destinasi maupun kegiatan kepariwisataan dapat secara cepat di konsumsi publik, kami sangat senang betul Genpi juga sudah terbentuk di Banten," jelas Eneng.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa semua skema kemenangan di pariwisata Indonesia itu harus direncanakan. Jika kita ingin pariwisata Indonesia menjadi yang terdepan di regional, maka bayangkan kita menjadi pemenang di level regional atau International.

Ada kata-kata sakti yang sering diucapan Menpar Arief, If you can imagine, you can get it. Jika tidak bisa mengukur, maka kita tidak bisa mengelolanya.

Bila kita bisa membayangkannya, maka kita akan dapat meraihnya. Ahli strategi perang asal China yang terkenal Sun Tzu mengatakan, kemenangan itu direncanakan. Karenanya, pemenang itu memenangkan peperangan sebelum berperang. Sedangkan pecundang baru merencanakan kemenangan ketika masuk dalam peperangan.

Kedua, focus. Pilihlah award mana yang harus kita menangkan, yang efek positifnya paling besar bagi Indonesia, yang likelihood-nya (kemungkinan dapatnya) paling besar, dan yang akan membuat kita menjadi percaya diri serta menambah keyakinan untuk memenangkan persaingan-persaingan berikutnya.

Kita tidak mungkin memenangkan semua award sehingga harus dipilih yang dengan tepat. Saat ini misalnya, kita fokus mengejar peringkat TTCI dan World Halal Tourism Award.

"Yang paling penting dalam fokus ini adalah “utamakan yang utama”. Karena, jika ingin dapat semuanya, kita tidak akan dapat semuanya. Karenanya setelah dilakukan pemilihan, maka kita perlu mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk memenangkannya. Kita juga harus menunjuk winning team," ujar Menpar Arief Yahya.

KOMENTAR ANDA