1. HOME
  2. »
  3. BERITA

MICE Indonesia didorong kalahkan Thailand dan Malaysia

18 Juni 2017 14:40

Merdeka.com, PESONA INDONESIA - Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Strategi Pariwisata Nusantara bidang MICE di Hotel Grand Cempaka, Kamis (15/6), benar-benar seru. Channel, brand, goal, target, semua dibedah detil oleh  pengusaha sekaligus praktisi periklanan sekelas Hery Margono. Sejumlah asosiasi yang berkaitan dengan MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition) seperti mendapat lecutan semangat dan pencerahan baru.

Nama Hery Margono memang belum setenar Rhenald Kasali dan Hermawan Kertajaya. Tapi di FGD kemarin, tokoh yang juga menjabat sebagai Sekjen Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)  itu adalah bintangnya. Knowledgenya tentang strategi pemasaran pariwisata segmen bisnis pemerintah ditularkannya ke unsur Pentahelix yang hadir di tengah acara. Misi yang dibidik, mengangkat wisata MICE ke level yang lebih tinggi lagi.

Data International Congress and Convention Association (ICCA) 2015  menempatkan Indonesia di ranking ke-43 dunia, dengan jumlah 78 meetings. Sementara Singapura di peringkat ke-24 dengan 156 meetings, Thailand di peringkat ke-27 dengan 151 meetings dan Malaysia berada di peringkat ke-35 dengan 113 meetings.

“Masih sangat mungkin untuk naik lagi. Kita punya Bali, Jakarta, Jogjakarta dan wilayah lain yang bisa menjadi destinasi MICE,” ungkap Hery.

Yang harus digeber tentu adalah selling. Memperbanyak bidding ke luar negeri. Melakukan personal approach ke link-link di Eropa, Asia, Amerika, Australia dan belahan dunia lain. Pertanyaannya sekarang, apakah itu bisa digapai? Menaikkan angka penjualan MIICE dengan keterbatasan bujeting? Atau setidaknya mengurangi selisih ketertinggalan dari musuh emosional Malaysia dan musuh profesional Thailand?

Nah, Hery menjawab hal ini dengan tayangan video inspiratif. Yang ditayangkan adalah seekor anak anjing imut yang sedang digendong pemiliknya. Di tayangan itu, anjing kecil yang imut tadi ditantang memecahkan 100 balon dalam waktu kurang dari 40 detik.

“Kalau Anda nggak yakin mampu mengejar target, menaikkan ranking MICE, coba simak tayangan ini. Tantangannya sama-sama gila, di luar rasio logis, dan pasti tidak akan bisa diraih,” ucap Hery.

Ternyata, anak anjing imut tadi mampu memecahkan 100 balon dalam waktu kurang dari 40 detik. Dia tak hanya membuat takjub semua orang. Rekor dunia pun bisa terpecahkan olehnya.

“Hewan yang punya keterbatasan akal budi dan kreativitas saja bisa mengalahkan tantangan yang sulit. Apalagi manusia. Kalau bekerjasama, kerja cepat dan kerja cerdas, semua pasti bisa kita kalahkan. Termasuk Malaysia dan Thailand,” ungkap Hery.

Soal misi yang mustahil, Menpar Arief Yahya sudah membuktikannya. Menteri asal Banyuwangi itu ditantang Presiden Jokowi untuk mengejar 20 juta kunjungan wisman di 2019. Ini misi yang mustahil untuk dikejar. Di awal 2014, kunjungan wisman baru sebesar 9,3 juta orang. Dan di dunia, tidak ada sejarah sebuah negara sanggup menaikkan kunjungan wisman hingga 100% lebih dalam 5 tahun.

Tidak banyak orang yang pede dengan angka proyeksi itu. Bahkan ada yang memplesetkan, bahwa target optimistic itu terlalu optimis. Ada yang menyebut mission impossible. Hasilnya? Di 2015 kunjungan wisman melampaui angka 10 juta. Di 2016, melampaui 12 juta. Itu kemudian dilanjutkan dengan target 15 juta di 2017.

“Ingat! Hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa!” sebut Menpar Arief Yahya. Syarat menuju ke sana, harus ada 3S, corporate culture Kemenpar, yakni 3S, solid, speed, spread. Harus kompak, harus cepat dan impact bisnisnya bisa besar.

Dan MICE sangat mungkin bisa ikut meloncat ke rangking yang lebih tinggi lagi. Indikatornya bisa dilihat dari 16 destinasi MICE di Indonesia. Ada Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Makasar, Batam, Medan, Manado, Padang, Palembang, Balikpapan, Bintan, Semarang, dan Lombok.

“Lihat wilayahnya. Semua destinasinya seksi. Setelah meeeting, incentive, conferensi dan exhibition bisa langsung berwisata di destinasi yang keren-keren di sekitar destinasi MICE,” papar Menpar Arief Yahya.

Hal itu ikut diamini Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti. Bahkan jumlah 16 destinasi MICE tadi menurutnya sudah harus ditambah Banten lantaran di sana ada Indonesia Convention Exhibition (ICE). Di situlah event pameran pariwisata terbesar di Asia Pasifik, PATA Travel Mart 2016 digelar.

Ribuan delegasi dari puluhan negara ikut dalam even akbar dan prestisius itu. Dan pamerannya dihadiri media-media nasional dan 33 media internasional dari 14 negara, 21 organisasi pariwisata, serta 12 blogger.

“Sudah banyak ajang yang punya kredibilitas kuat dan diakui industri pariwisata dunia yang digelar di Indonesia. Tahun 2018 bahkan ada International Moneter Fund/IMF dan World Bank (Bank Dunia) di Bali. Acaranya kelas dunia, dihadiri 15 ribu hingga 20 ribu delegasi. Karena itu kami akan berkonsentrasi menggarap destinasi MICE,” ucap wanita berkerudung itu.

Dan semua itu ikut disupport Divisi Strategi Pengembangan Pariwisata Nusantara. Pembahasan strategi pemasaran MICE, bahkan sudah di-FGD kan sampai tiga kali. Dan semuanya, selalu melibatkan unsur Pentahelix yang terdiri dari Akedemisi, Bisnis, Government, Community dan Media.

“Kami sangat serius menggarap MICE. Ini sudah FGD yang ketiga. Yang pertama di Bali 12 Mei 2017. Setelah itu Solo, 18 Mei. Dan Jakarta, 15 Juni 2017. Semua hambatan, strategi, kami kelompokkan dan langsung carikan solusi terbaiknya,” timpal Plt Asdep Strategi Pemasaran Nusantara, Hariyanto.

KOMENTAR ANDA