1. HOME
  2. »
  3. BERITA

Karya sayembara desain arsitektur nusantara tebar pesona di Soetta 

16 April 2017 08:54

Merdeka.com, PESONA INDONESIA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar), PT Propan Raya dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar pameran aneka homestay terbaik di Indonesia hasil karya pemenang Sayembara Desain Rumah Wisata Nusantara 2016 di Terminal 3 Soekarno Hatta.

Pameran yang dimulai sejak Jum'at, 14 April 2017 itu akan berlangsung hingga Juni 2017 di area Check In Keberangkatan Internasional.

Turut dipamerkan dalam kesempatan ini adalah karya pemenang Sayembara Desain Arsitektur Nusantara 2015 - Desain Bandar Udara Nusantara Mali Alor - NTT. Menteri Perhubungan Budi Karya dalam tinjauannya di terminal 3 sempat  menanyakan foto-foto bandara yang terpampang di sekitar kawasan check in pada Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

"Ini di Indonesia semua, Pak," demikian di dijelaskan oleh Yuwono Imanto, Direktur Propan Raya yang ikut hadir pada hari itu. Kata Yuwono, ada 30 karya pemenang Sayembara Desain Rumah Wisata Nusantara dari 10 destinasi prioritas yang terbagi jadi peringkat satu, dua dan tiga yang ditampilkan pada pameran ini. "Semua bisa dinikmati oleh masyarakat hasil karya pemenang-pemenang ini," ujar Yuwono.

Menhub Budi Karya Sumadi yang mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu juga berjanji desain karya Pemenang Utama Sayembara Bandar Udara Mali Alor - NTT dari Team Arsitek Nataneka akan di jadikan master desain dan dibangun secepatnya. 

"Pasti dibangun, ini karya yang bagus dan pemerintah memang fokus terua meningkatkan infrastruktur di tanah air," jelas Budi Karya di depan para wartawan dan pemenang utama Sukendro Prioso di dampingi Yuwono Imanto, Propan Raya dan Teguh Pratomo, salah satu perwakilan juri Sayembara Bandar Udara Mali Alor dari Kemenhub.

Yuwono memaparkan, Sayembara Arsitektur Nusantara yang sudah menjadi ajang acara tahunan PT Propan Raya, merupakan wuiud  kepedulian perusahaan cat Nasional ini terhadap pelestarian arsitektur nusantara yang begitu beragam di negeri Indonesia. 

Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara terbilang sangat sukses. Dari Sayembara Arsitektur Nusantara yang pernah diselenggarakan, sayembara ini memang menjaring antusiasme paling besar. 

"Karena itulah sayembara ini juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia - Indonesia ( MURI ), untuk Rekor Sayembara Desain Arsitektur Rumah Nusantara dengan Karya terbanyak," kata Yuwono.

Menpar Arief Yahya menyebutkan saat ini Kemenpar sedang fokus mendigitalisasi homestay. Pertama mengajarkan mereka menjadi online homestay, sehingga bisa punya akses ke global market. Kedua, mereka punya website commerce yang menjadi tempat berpromosi produk paketnya. 

Ketiga Kemenpar juga mengajari ribuan homestay di desa wisata untuk belajar menerapkan ilmu akuntansi sederhana. Golnya, bisa menginput transaksi dan biaya-biaya, ke dalam satu buku laporan keuangan.

"Cukup dengan mambuat laba rugi sederhana, cash flow, dan neraca, dan itu difasilitasi secara gratis," kata Arief Yahya. 

Menpar Arief juga mengucapkan terima kasih kepada PT Angkasa Pura II yang dipimpin CEOnya, Muhammad Awaluddin itu. Karya karya desain arsitektur nusantara buatan anak-anak muda itu sangat bagus. "Saya berharap segera bisa diimplementasi di lapangan," kata dia. 

Berikut adalah daftar dari 10 tim pemenang yang bercokol di peringkat satu:

  1. Toba, Realino Realini Studio, Ja Bu Na Ture, dengan ketua tim Denny Wahyu Setiawan
  2. Tanjung Kelayang, Alvasara, Thin House, dengan ketua tim Gigih Nalendra
  3. Tanjung Lesung, Arsitek, New Gateway to Adventure in the West Edge of Java, dengan ketua tim Edwin Adinata
  4. Kepulauan Seribu dan Kota Tua, PT Urbane Indonesia, Titik Temu, dengan ketua tim Aditya Wiratama
  5. Borobudur, PT Urbane Indonesia, Gnomon Urip, dengan ketua tim Aditya Wiratama
  6. Bromo Tengger Semeru, PT Grahacipta Hadiprana, Dusun Guyub Bromo, dengan ketua tim Verena Rafaela
  7. Mandalika, Universitas Mercubuana, Rumah Separo Mandalika, dengan ketua tim Wendi Iskandar
  8. Labuan Bajo, Blur Architect and Design Studio, Naung Kampung Papagaran, dengan ketua tim Rizki Bhaskara
  9. Wakatobi, Airmas Asri, Roma Boe, dengan ketua tim Kalvin Wijaya
  10. Morotai, Studio Tanpa Batas, rumah (ku) home (to) stay, dengan ketua tim Wijaya Suryanegara Yapeter.

KOMENTAR ANDA